Senin, 23 April 2012

R.A Kartini


          Tahukah kamu tentang R.A Kartini? Jika kamu tidak tahu bacalah artikel tentang sejarah tentang perjuangannya disini.


          R.A. Kartini atau Raden Ajeng Kartini adalah tokoh emansipasi wanita di Indonesia. Ia lahir pada tanggal 21 April 1879, di Jepara dan merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan bupati Jepara dan Ibunya bernama M.A Ngasirah, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara. 

          Dari semua saudara kandung kartini adalah saudara perempuan tertua. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di Europese Lagere School. Namun setelah itu ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit dan menunggu untuk dinikahkan.


          Karena itu R. A Kartini merasa sedih namun karena sudah tradisi ia tidak bisa melakuan apa-apa, sehingga ia harus tinggal di rumah. Untuk menghilangkan rasa sedihnya itu R.A Kartini mengumpulkan buku-buku bacaan sehingga meski sedang dipingit ia tetap bisa belajar dari buku dan majalah yang ia kumpulkan.


          Dengan banyak membaca cita-citanya memperjuangkan emansipasi wanita makin terbuka. R.A Kartini mulai tertarik dengan cara berpikir maju para wanita-wanita Eropa saat itu. Akhirnya ia berpikir untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita dengan mengumpulkan teman-temanya untuk diajari membaja dan menulis.


          Kartini juga menulis surat Mr. J. H Abendanon, yang berisi permohonan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda. Namin beasiswa itu tidak sempat dimanfaatkan karena pada 12 November 1903 (usia 24 tahun) R. A Kartini harus menikahi K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yaitu bupati Rembang, sesuai keinginan orang tuanya. Dari pernikahanya itu Kartini dikaruniai seorang putra bernama Raden Mas Soesalit yang lahir pada tanggal 13 September 1904.


          Meski sudah menikah, Kartini tetap meneruskan cita-citanya untuk memajukan perempuan Indonesia dengan mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang (di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai gedung pramuka)


          R.A Kartini meninggal pada 17 September 1904 pada usia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.


          Untuk mewujudkan perjuangan R.A Kartini, pada tahun 1912 Yayasan Kartini Semarang yang didirikan oleh Van Deventer, salah satu tokoh politik etis, mendirikan beberapa sekolah wanita di Yogyakarta, Malang, Madiun, Surabaya, dan daerah lain yang diberi nama Sekolah Kartini.


              Itulah sedikit tentang sejarah perjuangannya. Sampai saat ini perjuangannya tentang emansipasi wanita masih diperingati dengan diadakannya Hari Kartini setiap tanggal 21 April. Surat-suratnya diterbitkan dalam bentuk buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar